Langsung ke konten utama
bismillaah..

Keutamaan Dzikrullaah

Jadi ceritanya, kemarin sore aku mulai mengajar les privat. Aku ikut gabung ke Genius School. Jam lima sore, aku disuruh datang ke daerah Krapyak di Kota Semarang. Aku belum punya motor untuk ke sana kemari. Jadi, dari kostku di Ngaliyan, aku harus naik bus arah Terboyo dan berhenti di perempatan Jln, Subali Raya IV Krapyak Semarang. Sampai di sana langsung ke tempat rumah Arya, anak laki-laki berumur 9 tahun, murid les pertamaku. Setelah satu jam setengah aku mengajar dan sholat maghrib berjamaah, aku pulang. Tetapi, sampai di sana, aku nunggu setengah jam tidak ada angkutan untuk kembali ke Ngaliyan. Daripada sampai jam sembilan tidak ada, aku langsung saja jalan kaki. Rasanya sangat takut di malam yang jalanannya rame tapi gelap, jauh pula katanya. Dalam hatiku aku terus mengucap, "Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntum minadz dzaalimiin." dan "Astaghfirullaahal'adziim alladzilaa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaiih."
satu jam kemudian, aku tiba di kostku.
esok harinya, aku mendengar berita bahwa malam itu ketika aku jalan melewati kampus 1, setelah itu terjadi perampokan dan penodongan senjata tajam. Setelah melewati kampus 2 ada tabrakan mau mobil dengan mahasiswi. Ketika mendengarnya sangat ngeri. Tapi, berita ini membuatku bersyukur pada Allah bahwa jika kita hanya meminta tolong padaNya, hanya berdzikir padaNya, maka Dia pasti menolong kita. Dia selalu ada di sisi kita. Jika kita mengingatNya, maka Dia akan mengingat kita. Sebagaimana Allah berfirman, "Fadzkurunii adzkurkum wasykurulii wa laa takfuruun". Maka ingatlah kepadaKu niscaya Aku akan mengingatmu dan bersyukurlah kepadaKu, dan janganlah kamu ingkar..

So, masih berani lupain Allah?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dewan Juri Umumkan Peserta Terbaik PTQ tingkat RRI Semarang 2016

Ketua Dewan Juri, Dr. Buyut Effendi, Lc, MA, akhirnya mengumumkan para pemenang dari tiga cabang lomba kategori putra dan putri dalam Pekan Tilawatil Quran (PTQ) tingkat RRI Semarang, Senin (23/5). Dia mengatakan, “Para peserta terbaik ternyata telah terbukti penampilannya di tingkat nasional.” (Baca:  Asna, 7 Besar AKSI Indosiar 2015, Juarai Lomba Tausiyah dalam Pekan Tilawatil Quran tingkat RRI Semarang ) Para pemenang lomba Pekan Tilawatil Quran (PTQ) tingkat RRI Semarang 2016 Berikut adalah nama-nama peserta terbaik yang telah diumumkan Senin kemarin: Cabang Lomba Tilawah Kategori Putra Juara 1 Rohman Mufid Juara 2 Tatang Kyube Juara 3 Zulfikar Rizki Effendi Kategori Putri Juara 1 ‘Uyunil A’izzah Juara 2 Noura Asy Syarifah Juara 3 Nur Hamna Cabang Lomba Tausiyah Kategori Putra Juara 1 M. Minanurrahman Juara 2 Fikri Abdullah Juara 3 Susanna Aditya Wangsanata Kategori Putri Juara 1 Nur Askhonah Juara 2 Al Mar’atus Sholihah Juara 3 Dessy Ana Roifa Cabang Lomba C...

Pekan Tilawatil Quran (PTQ) tingkat RRI Semarang 2016 Resmi Dibuka

Ketua LPP RRI resmi membuka Pekan Tilawatil Quran tingkat RRI Semarang (23/05) SEMARANG - Pekan Tilawatil Quran (PTQ) ke-47 tingkat RRI Semarang resmi dibuka oleh ketua LPP RRI Semarang pukul 10.00 WIB di auditorium RRI Semarang. Acara ini diselenggarakan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1437 H. Cabang lomba yang dibuka adalah Cerdas Cermat al Quran (CCQ), Tausiyah, dan Tilawah. Tiga cabang lomba ini diikuti oleh berbagai lembaga dan institusi pendidikan di daerah Semarang dan sekitarnya. (Baca Juga:  RRI Semarang Adakan Pekan Tilawatil Quran ) Ketua   LPP RRI Semarang, Ari, mengatakan, “Peminat lomba Pekan Tilawatil Quran tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Peserta tilawah putra terdiri dari 14 orang, putri 8 orang. Peserta tausiyah putra 14 orang, putri 21 orang. Adapun peserta CCQ ada 3 regu.” Rencananya, peserta terbaik 1 putra-putri kategori lomba Tilawah, akan langsung mewakili RRI Semarang di Pekan Tilawatil Quran tingkat Nas...

“Singkap-ungkap Poligami dalam al Quran”

Oleh: Syarifah Habibah, Mahasiswi Tafsir dan Hadits UIN Walisongo Semarang Ilustrasi: Pro-Kontra Poligami di kalangan wanita Ketika seorang perempuan ditanya, “Kamu mau nggak dimadu?” maka pasti yang keluar dari mulutnya hanyalah teriakan kata, “Tidaaaak!”. Namun, para perempuan justru ketakutan dan tak bisa mengelak ketika ia dihadapkan dengan ayat yang begini terjemahannya: “ Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat.” (QS. An Nisa’: 3) Jangankan perempuan muslim, perempuan-perempuan non-muslim juga sangat menolak ayat ini. Terlebih, kaum feminis, menjadikan ayat ini sebagai senjata untuk menyerang umat Islam yang dikatakan merendahkan perempuan. Mereka menyatakan bahwa Islam tidak adil dalam memperlakukan perempuan. Namun, mirisnya, ada sekelompok orang yang menerima dengan ikhlas mengenai poligami yang mereka anggap itu “dianjurkan”. Bahkan, sekelompok orang ini adalah berjenis kelamin perempuan. Awalnya, mereka memang tidak...