Langsung ke konten utama

Semuanya Telah Berakhir..

(Antara Hatiku dan Hatimu)



Tiada guna kau kembali..Mengisi ruang hati ini..Semuanya telah berlalu..Bersama lukaku..
Semua yang telah berakhir..Antara hatiku dan hatimu..Takkan ada cinta..Seperti yang dulu..
Tiada guna kau berjanji..Untuk setia menemani..Hatiku yang telah terluka..Karena dustamu..
Semua yang telah berakhir..Antara hatiku dan hatimu..Takkan ada cinta..Seperti yang dulu..
Semua yang telah berakhirAntara diriku dan dirimuTakkan ada yang rinduSeperti Yang dulu..
Semua yang telah berakhir.. Semua yang telah berakhir..Semuanya telah berakhir..

Sajak-sajak Kepalsuan:

Adakah hati itu tak terbelenggu lagi?
Atau, hati itu suci kembali?
Atau, hati itu mengembalikan segala mimpi?
dan, menyiraminya tanpa segumpal rasa sepi?

Adakah hati itu mecintaimu?
seperti yang dulu aku meraguimu?
Sesaat setelah engkau mendustaiku?
Pergi bersamanya yang kau jadikan ia mawar bagiku?

Adakah hati itu kembali menyepi?
Menghirup kebebasan dari rasa sakitnya duri?
Meludahi segala kepahitan masa lalu diri?
Berkelana membuang segala rasa iri?..

Semuanya telah berakhir..
Semuanya telah berakhir..
Antara hati, diri, rindu, hanya menjadi getir..
hanya karena engkau berubah berbuah petir..

Semuanya telah berakhir..
Semuanya telah berakhir..
antara hatiku yang harus berpikir..
antara hatimu yang hanya bisa mencibir..

Hati yang merasa tak berdosa menghujamkannya,
Hati yang merasa tak berdusta menyakitinya,
hatimu, dan hatinya..
hatimu, dan dirinya..
hatimu, dan cintanya..

Semuanya telah berakhir..
antara hatiku dan hatimu,
antara diriku dan dirimu..
hatiku yang telah terluka karena dustamu..

Semuanya telah berakhir..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dewan Juri Umumkan Peserta Terbaik PTQ tingkat RRI Semarang 2016

Ketua Dewan Juri, Dr. Buyut Effendi, Lc, MA, akhirnya mengumumkan para pemenang dari tiga cabang lomba kategori putra dan putri dalam Pekan Tilawatil Quran (PTQ) tingkat RRI Semarang, Senin (23/5). Dia mengatakan, “Para peserta terbaik ternyata telah terbukti penampilannya di tingkat nasional.” (Baca:  Asna, 7 Besar AKSI Indosiar 2015, Juarai Lomba Tausiyah dalam Pekan Tilawatil Quran tingkat RRI Semarang ) Para pemenang lomba Pekan Tilawatil Quran (PTQ) tingkat RRI Semarang 2016 Berikut adalah nama-nama peserta terbaik yang telah diumumkan Senin kemarin: Cabang Lomba Tilawah Kategori Putra Juara 1 Rohman Mufid Juara 2 Tatang Kyube Juara 3 Zulfikar Rizki Effendi Kategori Putri Juara 1 ‘Uyunil A’izzah Juara 2 Noura Asy Syarifah Juara 3 Nur Hamna Cabang Lomba Tausiyah Kategori Putra Juara 1 M. Minanurrahman Juara 2 Fikri Abdullah Juara 3 Susanna Aditya Wangsanata Kategori Putri Juara 1 Nur Askhonah Juara 2 Al Mar’atus Sholihah Juara 3 Dessy Ana Roifa Cabang Lomba C...

Pekan Tilawatil Quran (PTQ) tingkat RRI Semarang 2016 Resmi Dibuka

Ketua LPP RRI resmi membuka Pekan Tilawatil Quran tingkat RRI Semarang (23/05) SEMARANG - Pekan Tilawatil Quran (PTQ) ke-47 tingkat RRI Semarang resmi dibuka oleh ketua LPP RRI Semarang pukul 10.00 WIB di auditorium RRI Semarang. Acara ini diselenggarakan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1437 H. Cabang lomba yang dibuka adalah Cerdas Cermat al Quran (CCQ), Tausiyah, dan Tilawah. Tiga cabang lomba ini diikuti oleh berbagai lembaga dan institusi pendidikan di daerah Semarang dan sekitarnya. (Baca Juga:  RRI Semarang Adakan Pekan Tilawatil Quran ) Ketua   LPP RRI Semarang, Ari, mengatakan, “Peminat lomba Pekan Tilawatil Quran tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Peserta tilawah putra terdiri dari 14 orang, putri 8 orang. Peserta tausiyah putra 14 orang, putri 21 orang. Adapun peserta CCQ ada 3 regu.” Rencananya, peserta terbaik 1 putra-putri kategori lomba Tilawah, akan langsung mewakili RRI Semarang di Pekan Tilawatil Quran tingkat Nas...

“Singkap-ungkap Poligami dalam al Quran”

Oleh: Syarifah Habibah, Mahasiswi Tafsir dan Hadits UIN Walisongo Semarang Ilustrasi: Pro-Kontra Poligami di kalangan wanita Ketika seorang perempuan ditanya, “Kamu mau nggak dimadu?” maka pasti yang keluar dari mulutnya hanyalah teriakan kata, “Tidaaaak!”. Namun, para perempuan justru ketakutan dan tak bisa mengelak ketika ia dihadapkan dengan ayat yang begini terjemahannya: “ Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat.” (QS. An Nisa’: 3) Jangankan perempuan muslim, perempuan-perempuan non-muslim juga sangat menolak ayat ini. Terlebih, kaum feminis, menjadikan ayat ini sebagai senjata untuk menyerang umat Islam yang dikatakan merendahkan perempuan. Mereka menyatakan bahwa Islam tidak adil dalam memperlakukan perempuan. Namun, mirisnya, ada sekelompok orang yang menerima dengan ikhlas mengenai poligami yang mereka anggap itu “dianjurkan”. Bahkan, sekelompok orang ini adalah berjenis kelamin perempuan. Awalnya, mereka memang tidak...